Sabtu, 04 Mei 2013

ANWAR OF THE JUNGLE

 Hari itu sangat terang sekali, burung-burung ceria, cuaca sangat mendukung. sebelumnya perkenalkan nama gue anwar. gue adalah seorang anggota densus 69 yang paling payah diantara semua temen-temen gue sesama anggota densus, dan gue juga seorang yang paling semangat sekaligus paling "FREAK" diantara semua temen gue. jadi ceritanya disuatu pagi gue terbangun dan seperti biasa gue menuju lapangan tempat gue latihan densus disana. dan gue berangkat kesana dari kost-kostan gue naik motor. ga bisa gue jelasin motornya apa karena gue takut dianggap sombong. begitu gue sampai disana temen-temen gue sesama anggota udah pada baris dilapangan dan komandan gue udah mulai menyiapkan barisannya disana. asal kalian semua tau kalau komandan gue itu adalah makhluk yang paling seksi sekaligus pendek diantara komandan-komandan lainya. Dengan kumisnya yang tingkat ketebalanya hampir sama dengan abu vulkanik bekas ledakan gunung merapi dia mulai menyiapkan barisannya. gue datang ke lapangan dan langsung push-up. kenapa gue push-up? karena menurut bapak abu vulkanik jika kita terlambat sebentar saja, maka hukumannya adalah push-up sebanyak 10 kali dan lari keliling lapangan sebanyak 5 keliling. Itu adalah hukuman teringan yang pernah dikasih oleh bapak komandan yang kita cintai "Katanya". Suatu ketika gue Push-up dan semua orang yang ada disana ngeliatin gue. setelah itu gue langsung bilang "Maaf komandan, saya terlambat karena saya belum selesai menjahit celana tidur saya yang sobek pak komandan". Lalu dengan nada yang datar dia bilang "Ngapain kamu Push-up?". "Loh, kan sudah menjadi aturan disini kalau ada yang terlambat harus push-up" kata gue sambil terengah-engah kelelahan. "Saya ngga pernah bilang Push-Up, saya ngomongnya yang telat itu akan saya beri teguran dan tidak akan saya izinkan untuk ikut terjun kelapangan saja. bukan push-up dan lari. kamu ini punya telinga gak sih?". gue heran dan gue tanya lagi "Bapak komandan bener ngomong gitu?"."BENER. DEMIIII TUHAAAAANNNNNN" Katanya sambil teriak depan muka gue. Kalau dia teriak tuh rasanya kaya lo habis kena kentut Tirex yang langsung berhadapan dengan pantatnya. Habis itu gue akhirnya ga boleh ikut ke lapangan dan disitulah titik terang pun mucul akhirnya gue bisa melarikan diri dari lapangan dan bisa ngeliat temen gue disikska kaya kerja paksa sama komandan yang sebelas duabelas galaknya sama hitler. (TO BE CONTINOUS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar